Merayakan Fitri di Balik Jeruji | Eid al-Fitr behind the Iron Grating

Mampu berkumpul bersama sanak saudara dan keluarga untuk merayakan sebuah hari raya merupakan dambaan setiap insan manusia. Namun ada sebagian dari masyarakat Indonesia yang merayakan makna hari raya tersebut di tempat yang jauh dari keluarga. Salah satunya ialah para narapidana yang tengah mendekam dibalik tebalnya tembok, pagar besi dan ketatnya penjagaan di Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

Ditengah hiruk pikuk suasana hari raya Idul Fitri, narapidana yang terdiri dari berbagai para pelaku kejahatan tersebut merayakan lebaran dengan penuh suka cita dan keprihatinan. Tinggal dibalik jeruji tidak menyurutkan semangat dari para narapidana tersebut merayakan hari yang jatuh hanya pada satu tahun sekali tersebut

Walau terkadang di mata masyarakat mereka dipandang sebelah mata, namun para narapidana tersebut juga punya hak untuk memperoleh kebahagiaan. Ketika lebaran tiba, LP Cipinang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengunjungi sanak saudaranya yang mendekam di rumah tahanan. Hal tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk berbagi dan silaturahmi. Walaupun memang lain dari kebanyakan perayaan lebaran yang ada, tetap saja hal tersebut merupakan sebuah bentuk anugerah bagi para narapidana yang punya kesempatan merayakan fitri di balik jeruji.

_______

Having a celebration on a feast day together with their family is a longing for everyone in this world. Among all of the people in Indonesia, there are still a few people who have no other choice but celebrating the feast day far away from their family. They are the prisoners who are being imprisoned in a thick wall covered by iron grating and having a strict surveillance in the penitentiary of Cipinang, East Jakarta.

Amid the frenzied atmosphere of the Eid al-Fitr, those prisoners who commit different crime celebrate that feast day with a great joy and concern. Staying behind that grating does not dampen their spirit to celebrate the feast day that comes only once in a year.

Although sometimes the society underestimates them, the prisoners still have the right to gain their happiness. When the Eid al-Fitr comes, the penitentiary of Cipinang gives a chance to the family whose relative is being imprisoned so that they can meet him and have a celebration together. They use this opportunity to show their affection toward their family.

Although it is a different kind of celebration from the one which is exists mostly, it is such a wonderful gift for the prisoners who have a chance to celebrate Eid al-Fitr behind the iron grating.

This slideshow requires JavaScript.

Photo dan Text : Sigid Kurniawan

2 thoughts on “Merayakan Fitri di Balik Jeruji | Eid al-Fitr behind the Iron Grating

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: